Langsung ke konten utama

Buli harus segera kita selesaikan besok Pagi !!

Buli dan Persekusi di Dunia Anak anak.

Ini masih menjadi masalah serius bagi kita. Suatu masalah yang tak sepantasnya terus berlarut larut. Solusinya harus lah solusi yang konkret, bukan solusi yang tak tersudu di itik, tak termakan di Ayam.

Faktanya, Buli itu disebabkan oleh Feodalisme tak terukur, dimana yang kuat dikatakan boleh menindas yang lemah. Rimba. Primitif. Bukan hanya pola asuh.

Kita jangan selalu menyalahkan orangtua, tapi mengatakan orangtua yang kurang perhatian pada apa yang ditonton anak di Media Sosial, kita patut mengatakan : iya, Orangtuanya kurang memperhatikan apa yang ditonton anaknya.

Masalahnya, Buli ini akan sangat menghambat Hal lain, termasuk Ekonomi. Pengacau. Bayangkan : Orangtua yang bekerja sebagai Peternak, harus ke Sekolah karena anaknya membuat masalah. Akhirnya lupa ngarit. Mau beli gak punya uang. Udah punya uang, gak ada yang mau disuruh. Akhirnya Ternak itu hari itu tidak makan. Kalo berlarut larut, Ternak bisa malnutrisi.

Solusinya, Buli itu harus kita selesaikan secepatnya. Solusinya : Dengan Kontrol Yang Ketat Kepada Anak atas tontonannya. Tontonan nya saya ulangi. Zaman ini.

 (Anak menurut Definisi Kemenkes dan Kemensos).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bangun Lebih Awal dan Administrasi Bisnis: Disiplin Waktu sebagai Fondasi Keunggulan Organisasi

Dalam khazanah Administrasi Bisnis, waktu bukan sekadar satuan jam dan menit, melainkan sumber daya strategis yang menentukan arah, kualitas, dan keberlanjutan sebuah organisasi. Bangun lebih awal dan berangkat dua jam sebelum jam kerja dimulai bukanlah kebiasaan remeh, melainkan manifestasi nyata dari manajemen diri—unit terkecil namun paling menentukan dalam sistem administrasi modern. Administrasi Bisnis yang agung selalu berangkat dari keteraturan. Tidak ada perencanaan yang bermartabat lahir dari kekacauan, dan tidak ada kepemimpinan yang kokoh tumbuh dari ketergesaan. Mereka yang bangun lebih awal sedang melatih pikirannya untuk bekerja sebelum dunia menuntutnya bekerja. Di situlah keunggulan kompetitif pertama kali dibentuk: pada kesadaran untuk mendahului, bukan mengejar. Dalam teori manajemen klasik hingga kontemporer, efektivitas selalu didahulukan daripada efisiensi. Bangun lebih awal adalah praktik efektivitas personal—menempatkan energi terbaik pada jam-jam terbaik. Sement...

Kapok Kehujanan: Pelajaran Administrasi Bisnis dari 4 Jam di Bawah Hujan

Dalam setiap helai kehidupan, seringkali kita menemukan diri kita terperangkap oleh ketidakpastian yang tidak terduga. Sebagai seorang yang mempelajari administrasi bisnis, saya, Miftah Maulana Malik, pada suatu sore yang basah, menyadari bahwa pengalaman sederhana—dihujani selama empat jam—mampu mengajarkan lebih banyak tentang manajemen risiko, efisiensi waktu, dan perencanaan strategis daripada sekadar teori buku. Hari itu, tepatnya pada pukul 17.00, awan hitam menggantung rendah di langit, menandakan sebuah badai yang akan mengguncang rutinitas saya. Seperti halnya dalam administrasi bisnis, perencanaan adalah kunci. Saya berharap bahwa segala sesuatu yang saya bawa akan cukup melindungi saya dari hujan yang deras. Jas hujan, payung, dan sepatu boot yang nyaman—itulah standar minimal perlindungan seorang profesional yang bijaksana. Namun, kenyataan berkata lain. Saya melangkah keluar kantor tanpa persiapan yang memadai, dan segera terperangkap oleh hujan selama empat jam yang tak k...

Challenge of Innovation: Ujian Zaman bagi Akal, Keberanian, dan Peradaban

Inovasi bukan sekadar kata. Ia adalah denyut nadi zaman, gema dari keberanian manusia untuk menolak stagnasi, dan pernyataan diam-diam bahwa dunia tidak diciptakan untuk berhenti. Dalam wacana kontemporer, istilah inovasi kerap diucapkan—di ruang rapat korporasi, di podium akademik, hingga di pidato kenegaraan—namun sering kali kehilangan makna terdalamnya. Inovasi bukan hanya tentang kebaruan, melainkan tentang transformasi yang bermakna, tentang perubahan yang membawa nilai, arah, dan masa depan. Dalam perjalanan peradaban manusia, inovasi selalu hadir sebagai kekuatan sunyi namun menentukan. Api, roda, mesin uap, listrik, internet, hingga kecerdasan buatan—semuanya lahir dari satu dorongan yang sama: ketidakpuasan terhadap keadaan yang ada. Namun di balik setiap terobosan, selalu tersembunyi tantangan yang tidak ringan. Oleh karena itu, memahami inovasi tanpa memahami tantangannya adalah seperti memuja matahari tanpa menyadari panas yang membakar. Makna Inovasi: Lebih dari Sekadar K...